Seorang drafter memiliki tugas untuk membantu arsitek proyek (project architect) dalam membuat detail-detail gambar kerja. Sedangkan project architect menerima tugas dari arsitek kepala (principal architect) dan bertanggungjawab terhadap pengembangan desain sampai terealisasinya satu atau beberapa proyek yang diberikan. Keseluruhan proyek yang diterima dan dikerjakan oleh satu orang project architect akan dibantu oleh beberapa drafter atau cukup dengan satu orang drafter. Berikut ini akan kami bahas mengenai hubungan tugas antara drafter, project architect, dan principal architect yang merupakan tim sukses dalam sebuah pekerjaan konstruksi.
Rencana Anggaran Biaya (RAB) bangunan. Berikut ini selengkapnya terkait dengan tugas drafter dalam pelaksanaan proyek konstruksi.
Baca juga: Perbedaan Shop Drawing dan As Built Drawing
Kemampuan yang sebaiknya di miliki drafter dalam melaksanakan pekerjaanya antara lain:
Dalam arsitektur, seorang arsitek proyek adalah individu yang bertanggung jawab untuk mengawasi aspek arsitektur dari pengembangan desain, produksi dokumen konstruksi, dan spesifikasi.
Demikianlah kurang lebih penjelasan mengenai hubungan tugas drafter, project architect, dan principal architect pada proyek bangunan. Semoga bermanfaat dan maju terus Konstruksi Indonesia!
- Membuat gambar pelaksanaan/gambar shop drawing
- Menyesuaikan atau merivisi gambar perencana dengan kondisi nyata dilapangan
- Menjelaskan kepada pelaksana lapangan/surveyor mengenai bentuk detail struktur dan ukuran bangunan agar struktur bangunan yang dibuat sesuai dengan apa yang sudah direncanakan sebelumnya
- Membuat gambar hasil pelaksanaan pekerjaan/as built drawing sebagai laporan hasil pelaksanaan kepada pemilik proyek/owner
Baca juga: Perbedaan Shop Drawing dan As Built Drawing
Kemampuan yang sebaiknya di miliki drafter dalam melaksanakan pekerjaanya antara lain:
- Mampu membuat gambar sketsa bangunan, baik 2D maupun 3D.
- Mampu mengoperasikan software arsitektur seperti Autocad, 3DS Max, dan lainnya.
- Mempunyai ilmu teknik gambar bangunan.
- Mengetahui jenis-jenis bahan material bangunan, baik bahan bangunan konvensional maupun modern.
Project Architect (Arsitek Proyek)
Dalam arsitektur, seorang arsitek proyek adalah individu yang bertanggung jawab untuk mengawasi aspek arsitektur dari pengembangan desain, produksi dokumen konstruksi, dan spesifikasi.
- Menyediakan data-data teknis yang diperlukan divisi legas
- Memilih dan menunjuk serta mengeluarkan surat perintah kerja Konsultan (Konsultan Arsitek, Struktur, ME, QS dan konsultan penyelidikan tanah)
- Melakukan koordinasi antar konsultan (Konsultan Arsitek, Struktur, ME & QS) pada tahap perencanaan (konsep, skematik s/d final design)
- Mereview design konsultan pada tahap perencanaan
- Menyusun, mengatur dan menjalankan tender, klarifikasi dan negosiasi pekerjaan kontraktor
- Mereview dan menganalisa penawaran kontraktor
- Memilih dan menunjuk serta mengeluarkan surat perintah kerja Kontraktor
- Memilih & Menunjuk serta mengeluarkan surat perintah kerja Konsultan Manajemen Konstruksi/MK
- Memilih,mereview penawaran,negosiasi hingga mengeluarkan Purchase order (PO) untuk material maupun equipment yang diperlukan oleh proyek, yang disupply sendiri oleh owner
- Melakukan koordinasi antar konsultan, kontraktor & MK selama berjalannya pembangunan proyek.
- Memeriksa berkas tagihan konsultan, kontraktor, Supplier dan MK sebelum diproses bagian Finance.
- Pengecekan rutin berkala progress pekerjaan di lapangan.
- Melakukan checklist pekerjaan kontraktor sebelum serah terima pekerjaan
- Menyediakan data-data dan gambar yang diperlukan oleh divisi marketing.
Principal Architect (Arsitek Kepala)
Tugas Pokok:
Bertanggung jawab dalam perencanaan dan perancangan.
Uraian Tugas:
- Mengadakan koordinasi dalam pelaksanaan perencanaan bersama-sama dengan unsur teknis, pengelola proyek/pemimpin proyek.
- Bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan perencanaan.
- Mengkoordinasikan usulan-usulan/pembahan dalam perencanaan dan memecahkan alternatif yang terbaik.
- Mengadakan pertemuan berkala/konsultasi pada pemilik proyek dalam hal yang menyangkut teknis maupun adminstrasi.
- Menghadiri rapat-rapat/pertemuan rutin dalam hal pengawasan berkala.
Demikianlah kurang lebih penjelasan mengenai hubungan tugas drafter, project architect, dan principal architect pada proyek bangunan. Semoga bermanfaat dan maju terus Konstruksi Indonesia!
Posting Komentar untuk "Hubungan Tugas Drafter, Project Architect, dan Principal Architect"