Secara umum di dalam dunia konstruksi, pondasi terbagi menjadi dua jenis, yaitu pondasi dangkal dan pondasi dalam. Pondasi dangkal biasanya digunakan untuk jenis bangunan sederhana seperti rumah tinggal, termasuk di dalamnya pondasi telapak dan pondasi rakit. Sedangkan pondasi dalam biasanya digunakan pada konstruksi bangunan yang dilakukan ke arah vertikal, termasuk di dalamnya pondasi tiang pancang, tiang bored pile, dan pondasi sumuran.
Nah, secara khusus kali ini akan dibahas mengenai apa itu pondasi sumuran, apa saja kelebihan dan kekurangannya dan bagaimana metode pelaksanaan pekerjaannya yang akan membuat kamu lebih mudah untuk memahaminya.
batu belah sebagai pengisinya.
Pondasi sumuran adalah pondasi tiang yang berupa lubang, dimana diameter lubang ini cukup besar dengan variasi 250 cm, 300 cm, 350 cm, dan 400 cm, sehingga memungkinkan untuk dimasuki orang. Pondasi sumuran umumnya terbuat dari beton bertulang atau beton pracetak.
Pondasi sumuran adalah pondasi tiang yang berupa lubang, dimana diameter lubang ini cukup besar dengan variasi 250 cm, 300 cm, 350 cm, dan 400 cm, sehingga memungkinkan untuk dimasuki orang. Pondasi sumuran umumnya terbuat dari beton bertulang atau beton pracetak.
pondasi bored pile, sehingga cocok untuk pekerjaan pada daerah yang padat penduduk.
Dasar Perencanaan dan Pelaksanaan Pondasi Sumuran Bentuk tampang pondasi sumuran dapat bermacam-macam sesuai dengan beban yang akan bekerja dan kuat dukungan tanah dasar pondasi. Berikut ini bentuk-bentuk tampang pondasi sumuran yang biasanya digunakan:
Ada beberapa cara yang dipergunakan untuk memasang tiang sumuran. Berikut ini metode pelaksanaan pekerjaan pondasi sumuran yang dapat dilakukan oleh pekerja: 1. Para pekerja membuat lubang hingga kedalaman alas pondasi terlebih dahulu. Sumuran dibuat di dalam galian lubang tersebut. Apabila tanah dalam kondisi rata dan stabil, maka sumuran ini dapat dikerjakan tanpa casing. Sebaliknya jika kondisi tanah tidak rata, maka diperlukan casing.
2. Dengan penggunaan caisson, yaitu sebuah corong atau kotak dibuat dengan membenamkannya hingga posisi yang dikehendaki, yang nantinya menjadi bagian luar sumuran. Penggunaan pondasi sumuran ini biasanya dilakukan untuk pondasi yang terbenam di dalam air. Prosedur ini dikenal sebagai metode udara tekan yang memudahkan bagi para pekerja untuk melakukan pembersihan gangguan-gangguan di bawah pinggiran caisson dan bagian bawah galian. Dalam pelaksanaan pekerjaan pondasi sumuran dapat menggunakan suatu metode pelaksanaan yang berbeda dari pada biasanya, seperti penggunaan alat berat excavator dalam tahapan pekerjaan penggaliannya sehingga waktu pekerjaan menjadi lebih cepat. |
Posting Komentar untuk "Mudah Memahami Pondasi Sumuran dan Metode Pelaksanaannya"