Pemanfaatan Pasir Silika atau Kuarsa dalam Dunia Industri

Pasir kuarsa atau pasir silika merupakan salah satu material alam yang melimpah di Indonesia. Indonesia memiliki potensial sumberdaya alam bahan baku pembuatan silika murni yaitu pasir kuarsa yang telah banyak dimanfaatkan dalam dunia industri. Penyebaran wilayah penghasil pasir silika tersebut adalah berada di daerah Jawa (Tuban dan Rembang), Sumatera (Bangka Belitung), dan Kalimantan (Palangkaraya).

Pasir kuarsa yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia memiliki kualitas dan ciri khas yang berbeda antara yang satu dengan lainnya, tergantung kondisi daerahnya. Salah satu jenis pasir kuarsa yaitu pasir kuarsa silika dengan kadar SiO2 diatas 97% dengan pengotor alumina dan besi yang rendah. 

Pasir silika dengan kadar kemurnian yang tinggi tersebut dapat dikembangkan untuk pemenuhan kebutuhan industri, seperti sebagai bahan baku gelas, presipitat dan pembuatan silikon. Selain itu, pemakaian pasir kuarsa dapat digunakan dalam industri ban, karet, semen, beton, keramik, tekstil, kertas, kosmetik, elektronik, cat, film, pasta gigi, dan lain-lain.

kolam renang.

Kegunaan Pasir Silika


Pasir silika memegang peranan yang cukup penting dalam dunia industri. Pasir silika dimanfaatkan dalam berbagai industri, diantaranya:

  1. Pasir silika digunakan untuk sand blasting, yaitu teknik membersihkan kerak / karat di mesin / logam dengan semprotan pasir silika tekanan tinggi.
  2. Pasir silika digunakan sebagai bahan tambahan pada industri genteng keramik, genteng metal/logam agar ketika turun hujan dapat meredam suara rintikan air hujan yang mengenai genteng.
  3. Pasir silika digunakan sebagai bahan baku semen / mortar / ready mix.
  4. Pasir dilika digunakan sebagai bahan baku pabrik keramik.
  5. Pada pengolahan air untuk penjernihan dengan menyerap lumpur, tanah, dan sedimen.
  6. Pasir silika digunakan pada industri bahan abrasit yaitu amplas / sand blasting.
  7. Digunakan sebagai bahan utama untuk industri industri gelas/kaca (SiO2 > 98%), industri semen (SiO2 sebanyak 21,3%), industri tegel/keramik (sebagai pembentuk sifat licin dan mengkilap/mudah dibersihkan), industri pembuatan ferosilikon dan silikon carbida, dan industri mikrochip/ komponen elektronika dengan ukuran nano silika.
  8. Bahan tambahan/campuran dalam industri beton precast/ pracatek untuk dunia konstruksi (ukuran mikro silika), perminyakan/pertambangan, bata tahan api (refraktori).
  9. Pasir silika digunakan sebagai bahan campuran pada industri karet/ban/cat yang berfungsi sebagai bahan pengeras dengan ukuran yang digunakan nano silika.

Proses Penambangan Pasir Silika


Proses penambangan pada pasir silika dimulai dari menambang pasir kuarsa sebagai bahan baku. Pasir kuarsa yang telah ditambang tersebut kemudian dilakukan proses pencucian untuk membuang kotoran. Tahap terakhir, pasir kuarsa tersebut dipisahkan sesuai dengan ukurannya, dan dikeringkan kembali sehingga diperoleh pasir dengan kadar SiO2 yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Pemilihan Pasir Kuarsa Terbaik

Pelaku industri ketika memilih pasir silika harus memiliki kategori dan kriteria tertentu agar barang produksinya memiliki kualitas yang tinggi. Kriteria pasir silikia yang dimaksud tersebut meliputi :
  1. Kadar SiO2 (Silikat)
  2. Ukuran yang seragam
  3. Warna
Dari ketiga kriteria di atas, pertimbangan yang paling utama adalah kadar silikat dan ukuran pasir silika yang seragam. Sedangkan, faktor warna silika (putih, abu-abu, kuning, dan coklat) hanyalah persoalan estetika atau selera saja dikarenakan faktor warna pada pasir silika tidak memberikan pengaruh apapun terhadap kualitas kadar barang produksi yang akan dihasilkan.

Posting Komentar untuk "Pemanfaatan Pasir Silika atau Kuarsa dalam Dunia Industri"